Kediri, SEJAHTERA.CO – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri akhirnya angkat bicara terkait aksi protes ratusan petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Puncu Makmur, Kamis (28/8/2025).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap pematokan lahan yang digarap petani.
Kepala ATR/BPN Kabupaten Kediri, Junaedi Hutasoit menjelaskan, kedatangan masyarakat Puncu merupakan upaya menyampaikan aspirasi berdasarkan surat penolakan terhadap pengukuran lahan dalam rangka sertifikasi oleh pemerintah daerah.
Baca Juga :BPN Kabupaten Kediri Digeruduk, Paguyuban Tani Tolak Penetapan Lahan Tanah Garapan
“Alhamdulillah, masyarakat tidak menolak fasos dan fasum. Hanya saja mereka menyampaikan bahwa lokasinya di satu blok itu bukan di situ tempatnya,” ujar Junaedi.
Meski demikian, Junaedi meminta masyarakat membawa dokumen yang mendukung klaim mereka. Ia menegaskan akan menunggu data dari petani untuk dibandingkan dengan data pemerintah.



















