Ia menambahkan, pasokan yang biasanya melimpah kini benar-benar menyusut. “Biasanya pasokannya sampai lima ton, sekarang hanya lima kwintal. Pembelinya banyak, tapi barangnya nggak ada,” jelas Sugandi.
Selain kelangkaan, kenaikan harga juga terjadi pada beras jenis medium. “Sebelumnya Rp13.400, sekarang Rp14.000 per kilo. Kalau premium sebelumnya Rp14.500, sekarang sudah Rp15.200,” tambahnya.
Kondisi ini membuat warga Jombang merasa semakin tertekan. Andi Firmansyah, salah satu pembeli, mengaku bingung dengan naiknya harga beras meski saat ini memasuki masa panen.
Baca Juga :Bekali Wawasan Pertolongan Medis, Polres Blitar Gelar Pelatihan Penanganan Darurat
”Untuk beras ini kan panen raya ya, tapi kok harga beras semakin naik ini, gimana ini solusinya?” ujarnya.
Ia berharap ada langkah-langkah dari pihak terkait untuk menstabilkan harga.
”Permintaannya kalau bisa harga beras turun lah mas, karena kebutuhan pokok semua naik. Kita rakyat ini kan juga bingung,” tutupnya.



















