Gus Fahmi Tebuireng Ingatkan Pentingnya Menjaga Hati dan Lisan Saat Puasa Ramadan

Gus Fahmi Tebuireng Ingatkan Pentingnya Menjaga Hati dan Lisan Saat Puasa Ramadan
KH Fahmi Amrullah Hadziq, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng.(ist)

“Di bulan Ramadan ini, hendaknya kita berusaha semaksimal mungkin menjaga hati dan lidah kita. Jangan sampai hati dan lidah kita justru membatalkan pahala puasa,” tegas Gus Fahmi.

Ia menjelaskan perbedaan antara hal yang membatalkan puasa dan hal yang dapat menghilangkan pahala puasa.

Menurutnya, yang membatalkan puasa adalah apa yang masuk ke dalam mulut seperti makan, minum, atau merokok.

Read More

Sementara yang dapat menghilangkan pahala puasa justru berasal dari apa yang keluar dari mulut, seperti ucapan buruk, hinaan, maupun ghibah.

Baca Juga :Gempar, Ledakan Petasan di Kandangan Kediri Akibatkan Rumah Warga Rusak

Gus Fahmi juga mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang menjadi peringatan bagi umat Islam:
“رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ”
Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi ia tidak mendapatkan apa pun dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ibnu Majah)

Menurutnya, hadits tersebut menggambarkan orang yang berpuasa tetapi tidak memperoleh pahala karena tidak mampu menjaga hati dan lisannya.

“Ketika lisan ini sudah mengeluarkan kata-kata kotor, kata-kata buruk, apalagi menyinggung perasaan orang lain, itu ibarat anak panah yang telah lepas dari busurnya. Sangat sulit kita cabut kembali,” ungkapnya.

Di akhir tausiahnya, Gus Fahmi mengutip pepatah Arab yang menggambarkan dampak ucapan terhadap perasaan seseorang:
“جَرْحُ السِّنَانِ لَهُ الْتِئَامُ وَلَا يَلْتَئِمُ مَا جَرَحَ اللِّسَانُ”

Artinya: “Bila pedang melukai tubuh, masih ada harapan sembuh. Bila lisan melukai hati, ke mana obat hendak dicari?”

Ia pun mengingatkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan pahala puasa hanya karena tidak mampu menjaga hati dan ucapan.

Baca Juga :Gempar, Ledakan Petasan di Kandangan Kediri Akibatkan Rumah Warga Rusak

“Karena itu, jangan sampai puasa kita ini menjadi puasa yang batal pahalanya hanya gara-gara kita tidak mampu menjaga hati dan lisan kita. Puasa bukan sekadar menahan apa yang masuk ke mulut, tetapi juga menjaga apa yang keluar dari mulut,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *