Pascakejadian, pihak sekolah langsung melakukan sejumlah langkah pengamanan. Area bangunan yang terdampak disterilkan dan dipasangi pembatas agar tidak dimasuki siswa.
Aliran listrik di sekitar lokasi juga dimatikan untuk menghindari potensi bahaya. Koordinasi pun dilakukan dengan berbagai instansi, mulai dari BPBD, kepolisian hingga TNI guna memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap aman.
Tak hanya menangani kerusakan di Ampelgading, Dinas Pendidikan Jatim juga tengah memantau dampak cuaca ekstrem di sekolah lain.
Aries mengungkapkan, setidaknya ada dua sekolah yang teridentifikasi terdampak kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir.
Selain kejadian di Kabupaten Malang, Aries mengungkapkan peristiwa tanah longsor juga terjadi di lingkungan SMAN 1 Sumber, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat sore (27/3/2026) lalu.
Longsor terjadi di lahan kosong yang berada di samping sekolah dengan ketinggian sekitar delapan meter. Area terdampak diperkirakan mencapai panjang 10 hingga 14 meter.
Sebelum longsor terjadi, sebenarnya telah muncul tanda-tanda awal berupa retakan tanah selebar sekitar tiga sentimeter.
Retakan tersebut kemudian melebar seiring intensitas hujan yang terus meningkat.
“Menurut laporan kepala sekolah, tanah bergerak secara perlahan hingga akhirnya terjadi longsor di area lereng yang berdekatan dengan bangunan sekolah,” jelas Aries.
Ia menambahkan, posisi longsoran bahkan cukup dekat dengan tembok SMP Negeri 1 Sumber yang berada di sekitar lokasi. Meski demikian, kejadian tersebut juga tidak menimbulkan korban jiwa.
Sebagai langkah penanganan awal, pihak sekolah bersama instansi terkait telah melakukan penguatan darurat di area rawan longsor.
Penguatan dilakukan menggunakan sandbag serta pemasangan terpal untuk mengurangi resapan air hujan yang berpotensi memperparah kondisi tanah.
Saat ini kawasan tersebut masih terus dipantau karena dinilai memiliki potensi pergerakan tanah lanjutan jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Selain melakukan penanganan darurat, Dinas Pendidikan Jatim juga akan melakukan asesmen lanjutan terhadap kondisi bangunan di sekolah-sekolah yang terdampak.
“Kami akan melakukan penilaian terhadap kelayakan bangunan lainnya agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Aries.



















