Melalui koordinasi tersebut, pihaknya akhirnya mendapatkan kejelasan dari Kemensos terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung. Bahkan, Kemensos menjanjikan pembangunan akan dilakukan secepatnya pada 2026, meski kesepakatan tersebut belum tertulis secara resmi.
“Kemensos menjanjikan akan membangun Sekolah Rakyat Tulungagung tahun 2026, tetapi itu statemen lisan, belum tertulis,” ungkapnya.
Sesuai usulan, lokasi pembangunan Sekolah Rakyat akan menempati lahan persawahan dekat Rusunawa dengan luas sekitar 5,2 hektare. Saat ini, proses perizinan masih berjalan dan UPT PURR telah melakukan survei serta pengukuran lahan.
Sekolah Rakyat ini nantinya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 atau kategori prasejahtera. Pemerintah Kabupaten Tulungagung bertugas menyediakan lahan, sementara pembangunan fisik akan dilakukan oleh Kemensos.
Baca juga:Kematian Lansia di Tulungagung Masih Misteri, Polisi Temukan Fakta Baru
“Setelah penyediaan lahan selesai, baru akan dibuka pendaftaran siswa,” pungkasnya.



















