Menurutnya, komoditas tebu menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam mendukung swasembada gula nasional. Tahun ini, petani tebu di Ngadiluwih mendapatkan bantuan benih tebu dan dukungan biaya produksi.
“Tiap hektare mendapatkan bantuan benih tebu senilai Rp10 juta dan bantuan upah sebesar Rp4 juta. Total bantuan untuk program ini mencapai Rp9,1 miliar,” jelasnya.
Selain itu, petani jagung di Kecamatan Ngadiluwih juga memperoleh bantuan benih jagung sebanyak 3,3 ton dengan nilai sekitar Rp280 juta.
Dispertabun Kabupaten Kediri juga menyiapkan bantuan sarana pendukung pertanian saat musim kemarau, seperti pompa submersible dan jaringan irigasi.
Baca juga:Job Fair 2026 Kabupaten Kediri: Strategi Nyata Tekan Pengangguran, Pentahelix jadi Kunci
“Ini merupakan bentuk program prioritas Bupati Kediri untuk menyejahterakan petani. Program ini juga menjadi wujud sinergi dan komunikasi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat,” pungkasnya.



















