Setibanya di TKP, petugas sempat kesulitan untuk melakukan evakuasi terhadap korban lantaran jarak sungai cukup dalam dan semak belukar yang lebat.
Baca Juga :Korsleting, Gudang Sembako Terbakar, Majikan dan Karyawan Terluka
Setelah dievakuasi, jenazah korban segera dibawa ke RSUD dr Iskak untuk dilakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematiannya dan pemulasaraan jenazah lebih lanjut.
“Proses evakuasi cukup memakan waktu yang lama karena kondisi TKP seperti jarak sungai yang dalam dan dipenuhi semak belukar,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Tiko menyebut, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan hanya kondisi jasad korban yang sudah membusuk saat ditemukan.
Petugas menduga jika korban mengalami demensia, lantaran di lokasi kejadian ditemukan bantal yang diduga dibawa korban.
Selain itu, petugas juga menggali keterangan dari kerabat korban, dimana petugas mengetahui jika rupanya selama ini korban hidup sendiri atau sebatang kara di rumahnya.
Baca Juga :Polresta Malang Kota Ungkap 32 Kasus Narkoba, Sita 8,9 Kg Ganja dan 1,6 Kg Sabu
Bahkan sejak enam hari yang lalu, kerabat korban sempat mencari korban lantaran tidak berada di rumahnya dan dinyatakan hilang terhitung sejak Selasa (5/5/2026).
“Korban pernah menikah namun tidak memiliki keturunan, sejak lima hari lalu keluarga berusaha mencari keberadaannya tapi tidak ketemu,” pungkasnya.



















