Terkait rekam jejak masa lalu, Samanhudi menilai hal tersebut menjadi pertimbangan masing-masing cabang olahraga. “Biar cabor yang menentukan,” tambahnya.
Baca juga:Musorkot KONI Kota Blitar 19/5/2026, Samanhudi vs Tony Andreas Perebutkan 38 Suara
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Ketua Umum KONI Kota Blitar, Slamet Hariyoso, mengatakan seluruh tahapan telah berjalan. Ia mengakui sempat terjadi dinamika terkait pencalonan Tony Andreas yang sebelumnya menjabat dua periode sebagai Ketua KONI Kabupaten Blitar.
Namun, setelah berkonsultasi dengan KONI Provinsi Jawa Timur, hal tersebut dinyatakan tidak menjadi kendala. Penafsiran aturan menyebutkan batas maksimal dua periode berlaku dalam satu daerah, sehingga masih memungkinkan mencalonkan diri di daerah lain.
“Memang kami sempat ragu, karena maksimal dua kali jabatan Ketua KONI. Namun, karena ada surat dari provinsi, kami mengikuti. Tafsirnya, dua kali menjabat di satu daerah, sedangkan di daerah lain masih bisa mencalonkan lagi,” kata Slamet.
Ia menambahkan, tim kemudian menetapkan bakal calon menjadi calon tetap. Jika tidak ada kendala, agenda Musorkot akan digelar pada Selasa (19/5/2026) di Balai Kota Kusuma Wicitra.
“Mari jaga Kota Blitar, demi olahraga,” pungkasnya.
Agenda penetapan calon ketua KONI pada Jumat malam (15/5/2026) di Kantor KONI Kota Blitar dihadiri 28 cabor dari total 38 cabor dan telah memenuhi kuorum. Hadir pula Ketua KONI Kota Blitar, Sukarji, serta sejumlah perwakilan cabang olahraga.



















