Libur Sekolah, 129 Dapur MBG di Tulungagung Tutup, 6.192 Relawan Dirumahkan

Operasional dapur SPPG di Tulungagung berhenti sementara selama libur panjang.
Operasional dapur SPPG di Tulungagung berhenti sementara selama libur panjang.(foto: mochammad sholeh sirri)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 129 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung menghentikan operasional sementara selama masa libur sekolah. Dampaknya, ribuan relawan tenaga kerja yang selama ini bertugas di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dirumahkan dan tidak menerima gaji selama masa penghentian kegiatan.

Baca juga:Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dikebut, Siap Tampung 1.000 Siswa pada 2027

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengatakan penghentian operasional dapur SPPG mulai diberlakukan sejak Senin (22/6/2026). Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur penghentian sementara layanan MBG selama masa libur sekolah.

Read More

“Sesuai SK Kepala BGN, operasional dapur SPPG berhenti selama libur sekolah. Penghentian operasional sementara SPPG di Tulungagung dilakukan selama tiga minggu,” kata Sebrina, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, selama masa penghentian operasional tersebut seluruh aktivitas produksi dan distribusi makanan bergizi dihentikan hingga dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Kondisi itu membuat para relawan tenaga kerja di setiap dapur SPPG tidak memiliki aktivitas kerja dan sementara harus dirumahkan.

Berdasarkan data BGN, saat ini terdapat 129 dapur SPPG yang melayani program MBG di wilayah Tulungagung. Setiap dapur rata-rata mempekerjakan sekitar 48 relawan tenaga kerja yang bertugas membantu proses produksi hingga distribusi makanan.

Dengan jumlah tersebut, total relawan tenaga kerja yang terdampak penghentian operasional sementara mencapai 6.192 orang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *