Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan rampung pada awal 2027. Sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan anak putus sekolah tersebut nantinya memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa.
Baca juga:Gasak Kotak Amal, Pria di Tulungagung Diringkus Polisi
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, mengatakan saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap penyelesaian administrasi dan perencanaan teknis. Salah satunya adalah proses Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) serta perencanaan pembangunan jembatan sebagai akses menuju lokasi sekolah.
Menurutnya, pembangunan jembatan diperlukan karena terdapat aliran sungai di depan area yang akan digunakan sebagai lokasi Sekolah Rakyat. Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah melakukan survei teknis untuk mendukung proses tersebut.
“Hasil survei masih dalam proses dan kami masih menunggu laporan resmi dari BBWS Surabaya, karena sungai itu merupakan kewenangan BBWS sehingga harus mendapatkan izin terlebih dahulu,” ujar Reni, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan seluas 5,2 hektare yang berada di kawasan dekat Rusunawa Jepun, Tulungagung. Pemerintah memastikan pembangunan tersebut tidak akan berdampak pada permukiman warga maupun bangunan Rusunawa yang sudah ada.



















