Salah satu korban asal Kediri, yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial G, mengaku kecewa dengan pola arisan yang dijalankan terduga pelaku. Ia menduga terdapat manipulasi data pemenang dalam pelaksanaan arisan online tersebut.
Baca juga:Atlet Selam Kabupaten Kediri Intens Latihan Persiapan Porprov 2027
“Arisan dilakukan tujuh kali. Dua kali memang ada pemenang yang benar-benar menerima, tetapi berikutnya muncul nama-nama lain yang diduga fiktif dan ternyata atas nama terduga pelaku sendiri,” ujarnya.
Menurut G, dalam mediasi tersebut YM sempat berjanji akan mengembalikan dana para korban. Namun para peserta meminta kepastian jadwal pengembalian beserta jaminan yang jelas. Karena tidak tercapai kesepakatan, mediasi akhirnya dinyatakan gagal.
“Yang bersangkutan berjanji mengembalikan. Namun semua yang datang meminta kepastian tanggal pengembalian dan jaminannya sesuai jadwal yang ditentukan. Akhirnya mediasi gagal dan petugas membawa yang bersangkutan ke Polres Kediri,” pungkasnya.
Hingga kini, proses mediasi dan pendataan korban masih terus dilakukan. Polisi juga membuka kemungkinan proses hukum lebih lanjut apabila para korban melaporkan kasus tersebut dengan bukti-bukti yang memadai.



















