“Untuk harga harga sayur seperti timun dan cabai untuk harga bisa cepat naik dan bisa pula cepat turunnya bahkan naik turun harga bisa sehari dua kali,” katanya lagi.
Bowo saat ini memiliki lahan yang cukup luas, ada yang ditanami jagung, cabai dan timun. Ia merasa untung dan rugi pula karena ia di satu sisi harga timun naik dan sisi lainnya harga cabai malah turun drastis.
Awalnya ia mengira di musim kemarau ini harga cabai akan naik terus karena permintaan tinggi dan tidak ada hama di tanaman cabainya.
“Ancaman virus pada tanaman sangat berpengaruh pada pertumbuhannya. Kalau ada virus kuning pada cabai bisa sebabkan harga turun karena cabai timbul bercak hitam dan cepat busuk,” ujarnya.
“Sedangkan pada timun yang saya tanam tidak ada virus dan bersih hingga saya senang karena harga naik,” ujarnya lagi.



















