Sebab, pihaknya tetap menjaga komitmen untuk mempertahankan kota yang ramah bagi semua wisatawan.
“Poin pentingnya, pengetatan ini difokuskan pada gerakan atau kampanye masif. Bukan melakukan persekusi atau tindakan diskriminatif terhadap personal yang dapat merusak citra ramah Kota Batu,” imbuhnya.
Alih-alih menjadi batasan yang kaku, momentum Perpres ini justru akan dimanfaatkan untuk memperkuat identitas Kota Batu di kancah nasional dan internasional.
Nilai-nilai moral kebudayaan timur akan dijadikan modal utama untuk mempertegas posisi Batu di pasar pariwisata.
“Kota Batu sejak lama dikenal dengan keunggulan wisata alam dan edukasi keluarga, seperti Jatim Park Group dan Selecta,” ucapnya.
“Momentum Perpres ini kami manfaatkan untuk mempertegas branding Kota Batu sebagai destinasi Family Tourism yang aman, sehat, dan ramah anak,” tandasnya.



















