Sehingga keagungan benda benda purbakala di Kediri dipelihara dengan intens dan seksama. Kepedulian melestarikan sejarah peninggalan leluhur yang dikagumi Shaki.
“Warga Kediri sangat santun dan hormat pada tradisi budayanya. Saya sempat mendapatkan kehormatan untuk ikuti siraman atau Jamasan situs Totok Keras sebagai warisan budaya leluhur yang bernilai sejarah tinggi ini,” ujarnya.
Saat prosesi Jamasan, Shaki mengikuti petunjuk juru pelihara (jupel) senior Kabupaten Kediri.
Ia lakukan sembah sebagai bentuk hormat kepada peninggalan sejarah itu seperti tokoh lainya yang juga melakukan sembah.
Baca Juga :Puluhan Siswa Resmi Ditetapkan jadi Peserta Didik Sekolah Rakyat Ponorogo, Siap Berasrama di Madiun
Selanjutnya Shaki mengguyur dengan air tujuh sumber dan sudah bercampur dengan kembang sebanyak tiga kali.
Usai siraman jamasan, Shaki kembali sembah dan usai sembah Shaki kembali ke tempat duduknya.



















