Meski tidak menerima murid baru, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berlangsung.
Baca juga:Curi Perhiasan dan Uang Rp20 Juta, Ibu Rumah Tangga di Tulungagung Tak Ditahan karena Punya Balita
“SDN 4 Besuki masih melaksanakan pembelajaran untuk delapan siswa yang tersisa,” jelasnya.
Selain sekolah yang tidak mendapatkan murid baru, Disdik Tulungagung juga mencatat sejumlah sekolah dengan jumlah pendaftar sangat minim. Tiga sekolah bahkan hanya menerima tidak lebih dari lima siswa baru.
Sekolah tersebut adalah SDN 2 Sembon, Kecamatan Karangrejo, yang hanya memperoleh satu siswa baru. Kemudian SDN 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, menerima dua siswa baru, serta SDN Pucung, Kecamatan Ngantru, yang juga mendapatkan dua siswa baru.
Di tengah fenomena minimnya pendaftar, terdapat pula sekolah yang berhasil meningkatkan jumlah siswa baru dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya SDN 2 Kedungwaru yang sebelumnya mengalami kekurangan pendaftar.
“SDN 2 Kedungwaru yang tahun lalu minim peminat, tahun ini mampu memperoleh 11 siswa baru,” pungkas Rifka.
Fenomena minimnya jumlah siswa baru di sejumlah sekolah dasar tersebut diduga dipengaruhi oleh menurunnya jumlah anak usia sekolah dasar di beberapa wilayah, serta faktor geografis yang membuat jumlah calon peserta didik relatif terbatas.



















