Jombang, SEJAHTERA.CO – Pemandangan tak biasa terjadi di SD Negeri Mojongapit 3, Dusun Weru, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah dasar negeri yang berada di kawasan perkotaan tersebut hanya menerima satu peserta didik baru untuk kelas I.
Jumlah tersebut menjadi yang terendah sepanjang sejarah sekolah dan membuat total siswa dari kelas I hingga kelas VI kini hanya berjumlah 39 anak. Penurunan jumlah siswa terjadi setelah 19 siswa kelas VI lulus pada akhir tahun ajaran 2025/2026, sementara siswa baru yang masuk hanya satu orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Mojongapit 3, Ni’matur Rohmah, mengatakan minimnya jumlah pendaftar dipengaruhi keterbatasan tenaga pendidik yang dialami sekolah pada tahun ajaran sebelumnya. Kondisi itu membuat sebagian orang tua ragu menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut.
“Tahun ajaran baru ini hanya ada satu siswa laki-laki yang masuk. Sementara yang lulus ada 19 anak, sehingga terjadi selisih 18 siswa dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Menurut Ni’matur, berdasarkan komunikasi dengan sejumlah orang tua calon siswa, mereka mengaku khawatir proses belajar mengajar tidak berjalan optimal. Pada tahun ajaran 2025/2026, sekolah hanya memiliki dua guru kelas sehingga sejumlah guru mata pelajaran harus merangkap tugas mengajar di beberapa kelas.
Akibat keterbatasan tenaga pendidik tersebut, beberapa kelas kerap digabung saat proses pembelajaran berlangsung.
“Orang tua khawatir karena guru harus bergantian mengajar di kelas lain. Mereka takut anaknya tidak mendapatkan perhatian yang cukup,” katanya.
Memasuki tahun ajaran baru, kondisi tersebut mulai membaik. SDN Mojongapit 3 mendapatkan tambahan tiga guru baru sehingga kini memiliki lima guru kelas. Meski demikian, sekolah masih membutuhkan satu guru lagi untuk memenuhi kebutuhan ideal.



















