Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung mengintensifkan upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja menyusul tingginya jumlah kasus yang tercatat di wilayah tersebut. Edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah utama untuk menekan angka penularan sejak usia dini.
Baca juga:Capaian CKG Masih Rendah, DPD Partai Golkar Tulungagung Fasilitasi CKG bagi 100 Warga
Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmania, mengatakan jumlah remaja yang terinfeksi HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung terus bertambah. Berdasarkan data yang dimiliki KPA, terdapat 630 remaja yang tercatat hidup dengan HIV/AIDS.
Jumlah tersebut setara dengan 13,88 persen dari total 4.540 kasus HIV/AIDS yang tercatat di Kabupaten Tulungagung. Mayoritas penderita berada pada rentang usia 16 hingga 19 tahun.
“Kami terus mendorong upaya pencegahan melalui edukasi kepada remaja, termasuk tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menghindari perilaku berisiko, dan memahami batasan privasi tubuh,” ujar Ifada, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, edukasi menjadi sangat penting di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang kerap dikonsumsi remaja. Tanpa pendampingan dan pemahaman yang memadai, dikhawatirkan mereka akan menganggap sejumlah perilaku berisiko sebagai sesuatu yang wajar atau dapat dinormalisasi.
Sebagai bentuk pencegahan, KPA Tulungagung menggandeng sejumlah sekolah untuk memberikan edukasi selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026.



















