BLITAR, SEJAHTERA.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional jalur rel guna menjaga keselamatan perjalanan kereta api (KA) di tengah puncak musim kemarau.
Baca juga:Kantor Desa Bacem Blitar Dibobol Maling, Dua Laptop dan Proyektor Raib Ditinggal Kunci Menancap
Maraknya tumpukan jerami, ilalang, serta sisa hasil panen yang mengering di sepanjang ruang manfaat jalur (rumaja) membuat PT KAI menerbitkan imbauan keras agar masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas pembakaran sampah maupun lahan di kawasan tepi rel.
Potensi ancaman tersebut dibuktikan dengan maraknya gangguan perjalanan KA di wilayah Daop 7 Madiun belakangan ini. Antara lain kebakaran ilalang di KM 134+400 petak Stasiun Bagor–Saradan yang dipicu oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Peristiwa senada juga melanda KM 172+2/3 petak Stasiun Kras–Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Kala itu, KA 273 Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong terpaksa melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) akibat kobaran api pembakaran lahan tebu dan asap pekat membumbung tinggi tertiup angin kencang ke arah rel.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa pembakaran material di area sekitar lintasan kereta api memicu risiko fatal bagi perjalanan armada.



















