Setelah Terpuruk di Harga Terendah, Petani Jagung di Kabupaten Kediri Mulai Bernafas Lega, Kini Tembus Rp 5.200 Perkilogram

Setelah Terpuruk di Harga Terendah, Petani Jagung di Kabupaten Kediri Mulai Bernafas Lega, Kini Tembus Rp 5.200 Perkilogram
Salah satu petani di Kabupaten Kediri ketika sedang memproses hasil panen menjadi jagung pipilan –dok-sejahtera.co

Kediri, SEJAHTERA.CO – Sejumlah petani jagung di sebagian wilayah Kabupaten Kediri, di akhir masa panen jagung, mulai dapat bernafas lega.

Pasalnya, di akhir masa panen, harga jagung di Kabupaten Kediri terus merangkak naik hingga kini tembus Rp 5.200 perkilogram.

Baca Juga :Pemotor Asal Blitar Tewas di Selokan Sawah Ngantang, Ternyata Korban ini

Read More

Apakah harga jagung ini akan terus naik?. Sejumlah petani di Kabupaten Kediri memprediski dapat terus naik dengan alasan panenan sudah hampir habis.

Namun apakah kenaikkan harga jagung ini dapat tembus (pecah rekor), antara Rp 8.000 perkilogram hingga Rp 8.200 perkilogram, seperti tahun lalu?.

“Ini yang sulit dikatakan sekarang. Rasanya kok berat untuk menembus hingga Rp 8.00 perkilogram seperti tahun lalu,” kata salah seorang petani jagung, Sutikno, Senin (2/9/2024).

Karena, harga jagung yang melangit hingga Rp 8.000 ribu perkilogram lebih tahun lalu itu terjadi Agustus hingga September 2023.

Baca Juga :Periode Juli-Agustus, Satresnarkoba Polres Kediri Kota Ungkap Kasus Narkoba dan Peredaran Miras

Sedangkan saat ini sudah masuk September 2024 tapi harga jagung paling tinggi masih Rp 5.200 perkilogram.

Inipun, kondisi jagung sudah kering dan di rumah petani, bukan terjual di sawah atau dalam kondisi bawah (kering sawah).

Bagi petani lain, Mulyanto, harga Rp 5.200 perkilogam dinilai sudah bagus dan sudah dapat dirasakan keuntungannya jika dibandingkan dua bulan sebelumnya yang sempat anjlok hingga Rp 3.800 perkilogram

Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu memang jauh. Karena itu, ada sejumlah petani jagung yang masih mengeluh dengan harga Rp 5.200 perkilogram.

Baca Juga :Belasan Pulau Jadi Rebutan Trenggalek-Tulungagung, Ini Daftarnya

“Ya… karena teman-teman melihat tahun kemarin. Harga jagung saat itu memang bisa dikatakan gila-gilaan. Banyak petani yang tidak menyangka kalau tembus Rp 8.000 lebih perkilopgram,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *