Setelah Terpuruk di Harga Terendah, Petani Jagung di Kabupaten Kediri Mulai Bernafas Lega, Kini Tembus Rp 5.200 Perkilogram

Setelah Terpuruk di Harga Terendah, Petani Jagung di Kabupaten Kediri Mulai Bernafas Lega, Kini Tembus Rp 5.200 Perkilogram
Salah satu petani di Kabupaten Kediri ketika sedang memproses hasil panen menjadi jagung pipilan –dok-sejahtera.co

Kalau berkaca pada panen jagung tiga atau empat tahun sebelumnya, harga Rp 5.000 perkilogram itu sudah termasuk bagus.

“Jadi, jangan terus berangan-angan harga jagung terus seperti kemarin. Terima saja harga yang sedang terjadi di pasar,” kata petani muda yang harga jagungnya terjual Rp 3.900 perkilogram dan belakangan Rp 5.200 perkilogram ini.

Secerah harapan juga dialami petani Khoirul. Dia merasa beruntung karena panen jagung belakangan, bukan di Juni atau Juli tapi pada bulan Agustus.

Read More

Baca Juga :Rakor Tingkat Tinggi jadi Penentu soal Rebutan 13 Pulau di Perbatasan Trenggalek-Tulungagung

Sambil menunggu panen jagung diproses (dipipil) dengan mesin, juga dijemur dulu dua atau tiga hari, boreg (pemborong hasil panen) sudah pada datang.

“Apalagi saya menjemurnya juga di halaman rumah dan sebagian di pinggir jalan raya. Jadi semua orang bisa melihat. Jadi ya cepat laku,” katanya.

Kenapa harus dibawa pulang, kan ada boreg yang keliling ke sawah mencari jagung yang siap panen?.

Kalau menunggu boreg, panen jagung tidak dapat ditentukan, bisa cepat dan bisa lambat. Tergantung boregnya.

Baca Juga :Pj Walikota Batu Tekankan Nilai-nilai Pancasila di Peringatan Hari Pramuka

Sementara petani terus dikejar waktu tanam. Apalagi kalau lahan sawahnya sewa atau membeli tahunan. Waktu adalah sangat penting.

Kalau petani terlambat tanam, imbasnya lahan bisa terserang hama, karena tidak bersamaan.

Selain itu, kalau terlambat tanam, waktu sewa lahan habis dan harus dipulangkan ke pemiliknya, sementara tanaman belum waktunya panen.

Baca Juga :Berkas Kasus Kredit Fiktif Bakal Dilimpahkan PN Tipikor Surabaya, Ini Kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri 

“Karena itu, panen jagung kali ini saya bawa pulang. Sambil menunggu proses pengeringan, eh harga kok terus naik,” katanya sambil tertawa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *