Naik Rp 108 Miliar, APBD Ponorogo 2025 Digedok Rp 2,4 Triliun

Naik Rp 108 Miliar, APBD Ponorogo 2025 Digedok Rp 2,4 Triliun
Paripurna pengesahan APBD 2025 Kabupaten Ponorogo

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Anggaran Pendapatan dan Belajar Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo untuk 2025 resmi digedok. Anggaran senilai Rp 2,4 triliun pun telah disepakati antara Pemkab Ponorogo dan DPRD Ponorogo. Jumlah tersebut naik Rp 108 miliar dari usulan awal APBD.

Baca Juga :Pemotor Memaki Kabag Ops Polres Kediri Kota Ternyata Depresi Ditinggal Pacarnya Menikah, Ibu Kandung Minta Maaf ke Polisi

Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno mengatakan usai diketok palu, Raperda APBD 2025 itu selanjutnya akan dikirim ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk difasilitasi sebelum disahkan menjadi peraturan daerah (Perda).

Read More

“Contohnya, adalah seperti 40 persen itu untuk infrastruktur, sesuai aturan. Kalau kurang pemerintah daerah harus membuat pernyataan,” ungkap Dwi Agus, kepada wartawan.

Baca Juga :Pengendara Motor Bentak Kabag Ops saat Bertugas Pengamanan di IKCC Terungkap, ini Penjelasan Kapolres Kediri Kota

Selain itu, dalam APBD 2025 tersebut juga ada aspirasi masyarakat yang diakomodir yang telah diserap masing masing anggota dewan. Selain itu anggaran tersebut juga menyesuaikan RPJMD yang telah disusun beberapa waktu lalu.

“Kita akui pengesahan APBD 2025 ini melalui proses yang sangat panjang. Memang cukup sulit dalam penyusunan APBD, tapi kami memastikan harapan masyarakat telah terakomodir termasuk juga dengan ketentuan dan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat,” tegasnya.

Baca Juga :Sebanyak 3.786 Pemilih Disabilitas Bakal Berpartisipasi di Pilkada 2024, KPU Trenggalek Janjikan Ramah Aksesibilitas

Sementara itu, Pjs Bupati Ponorogo Joko Irianto mengungkapkan alokasi APBD telah disusun rapi berdasarkan kekuatan postur anggaran dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat. Sumber pendapatan anggaran dipatok Rp 2,4 triliun.

“Jadi memang sudah disesuaikan, termasuk dengan aturan aturan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia menyebut Rp 2,4 triliun tersebut terdiri dari seluruh sumber pendapatan, di antaranya pembiayaan transfer pemerintah pusat, pendapatan asli daerah (PAD) seperti sektor pajak dan retribusi.

Baca Juga :Akses Jalan Ponorogo – Madiun di Kawasan Ngebel Tertutup Longsor, ini Arahan BPBD

Selain itu untuk belanja meliputi gaji pegawai maupun bidang-bidang pokok seperti kesehatan, infrastruktur dan lainnya.

“Kami harapkan bisa maksimal digunakan, baik untuk hal hal yang sifatnya wajib maupun untuk bidang-bidang pokok lainnya,” tandas Joko.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *