Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Masyarakat Kabupaten Trenggalek meningkatkan kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem hingga 22 November mendatang.
Baca Juga :Petani Ditemukan Tewas di Lahan Cabai, Diduga Ini Penyebabnya
Selain Trenggalek, ada 28 Kabupaten/kota lain di Jatim berpotensi mengalami kondisi serupa merujuk rilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo.
Saat ini sebagian besar wilayah Jatim telah memasuki musim penghujan. Adanya fenomena gelombang atmosfer equatorial rossby yang melintasi Jatim dalam sepekan ke depan meningkatkan pertumbuhan awan-awan penghujan di wilayah Jatim.
Baca Juga :Petani Ditemukan Tewas di Lahan Cabai, Diduga Ini Penyebabnya
Kondisi ini didukung dengan suhu muka laut di perairan sekitar Jatim yang hangat sehingga terjadi peningkatan suplai uap air ke atmosfer untuk pertumbuhan awan. Kondisi itu berpotensi mengakibatkan terjadinya potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi.
Seperti banjir, pohon tumbang, tanah longsor, hujan lebat, angin kencang, puting beliung hingga hujan es. Untuk itu, BMKG mengingatkan kepada masyarakat Trenggalek untuk lebih berhati-hati. Terlebih daerah Bumi Menak Sopal sebutan Trenggalek memiliki topografi pegunungan sehingga rentan longsor.
Baca Juga :Pemkab Jombang Siapkan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Lewat Apel Kesiapsiagaan



















