Janda Tewas di Gubuk Kepanjen, Ternyata Dibunuh Kekasihnya, Kasatreskrim Polres Malang: Motifnya Cemburu

Janda Tewas di Gubuk Kepanjen, Ternyata Dibunuh Kekasihnya, Kasatreskrim Polres Malang: Motifnya Cemburu
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur saat rilis pelaku dan kronologis nya.(arief/sejahtera.co)

Malang, SEJAHTERA.CO – Kasus penemuan mayat wanita muda yang ditemukan warga di di gubuk sawah yang ada di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (17/12/2024) sekitar 09.00 WIB lalu akhirnya terkuak.

Baca Juga :Mengaku Dihinggapi Masalah Keluarga, Wanita Melakukan Percobaan Bunuh Diri, Tapi Digagalkan Warga dan Polisi

Korban tak lain berinisial AAS (27), janda muda asal Surabaya ini ternyata dibunuh oleh Paring M Nuari (32), yang merupakan tetangganya sekaligus kekasihnya.

Read More

Pelaku menghabisi korban dengan menggunakan meja kayu di sebuah gubuk area perkebunan setelah melakukan hubungan intim. Mirisnya lagi, korban sempat disetubuhi lagi oleh pelaku di saat kondisinya kritis.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur menjelaskan, berdasarkan penyelidikan, korban dan pelaku sudah saling mengenal sejak lama dan telah menjalin hubungan asmara sejak Oktober 2024.

Baca Juga :Sales Makanan Asal Garut Inisial DV Sudah 6 Kali Cabuli Wanita Penyandang Disabilitas

Selama menjalin hubungan spesial tersebut pelaku dan korban berkomunikasi melalui pesan singkat Whatsapp.

“Mulai bulan Oktober tahun 2024, sudah kurang lebih 2 bulan lalu menjalin komunikasi lewat WhatsApp antara korban dan tersangka,” ungkapnya, Jumat (20/12/2024).

Dijelaskan Nur, kronologi pembunuhan itu bermula saat korban niat bermain ke Malang, kemudian dijemput pelaku di Terminal Arjosari pada, 15 Desember 2024 lalu.

Baca Juga :Sales Makanan Asal Garut Inisial DV Sudah 6 Kali Cabuli Wanita Penyandang Disabilitas

Setelah sepasang sejoli itu bertemu, pelaku sempat bertanya kepada korban mau kemana. Kemudian korban meminta untuk diajak berjalan – jalan sebelum dirinya menemui temannya di Lumajang.

“Tersangka membawa korban ke arah Kepanjen melalui perjalanan kurang lebih dalam kurun waktu hampir 1,2 jam perjalanan. Dia (pelaku) melewati ke arah Jenggolo, tapi itu posisi hujan akhirnya berhenti di kebun suatu kebun di gubuk,” tuturnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *