Polres Madiun Kota Ciduk 2 Pelaku TPPO, Kasat Reskrim Ini Modusnya

Polres Madiun Kota Ciduk 2 Pelaku TPPO, Kasat Reskrim: Ini Modusnya
Polres Madiun Kota saat konferensi pers ungkap kasus TPPO pada Selasa (10/6/2025). (Ist)

Madiun, SEJAHTERA.CO – Polres Madiun Kota berhasil mengungkap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Hotel Mataram Jalan Dr. Soetomo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun pada Jumat, (6/6/2025).

Dalam aksi penangkapan ini, pihak kepolisian mengamankan 2 pelaku yakni ARZ dan SFH yang merupakan warga Wonosobo dan Semarang.

Dalam konferensi pers, Kasi Humas Iptu A. Ubaidillah, didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Setiawan, mengatakan bahwa kedua pelaku yakni ARZ dan SFH menawarkan pekerjaan tertentu kepada korban.

Read More

Baca Juga : PJU di Luar Kawasan Perkotaan Bakal Diganti LHE, Dishub Tulungagung: Anggarkan Rp 300 Juta untuk 1000 Unit

“Setelah korban menyetujui, pelaku membawa korban ke beberapa tempat di wilayah Madiun dan Surabaya,” ujarnya pada Selasa (10/6/2025).

Dia menambahkan, perekrutan dilakukan melalui aplikasi media sosial. “Pelaku telah melakukan kegiatan ini beberapa waktu lalu, bahkan sejak tahun 2024. Korbannya pun berganti-ganti karena pelaku mencari orang yang mau diajak bekerja,” jelasnya.

Menurutnya, perbuatan para pelaku ini disangkakan melanggar pasal tentang tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi seksual terhadap anak.

“Pelaku telah terbukti melakukan perekrutan dan menjualnya melalui platform media sosial, memindahkan korban dari satu tempat ke tempat lain, menyediakan tempat penampungan, dan memfasilitasi praktik prostitusi, termasuk menyediakan alat kontrasepsi,” jelasnya.

Baca Juga :HRD PT SAI Dipolisikan

Ia juga mengungkapkan pembayaran kepada korban dilakukan melalui transfer maupun tunai, dan pelaku mengambil sebagian besar keuntungan.

Kasi Humas juga mengatakan bahwa penyelidikan akan terus dikembangkan guna menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau (2) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Pasal 88 jo pasal 761 UURI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *