Malang, SEJAHTERA.CO – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Malang dalam beberapa hari terakhir berdampak pada fasilitas pendidikan.
Tiga ruang kelas di SMKN 1 Ampelgading dilaporkan ambruk setelah atap bangunan runtuh akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam (28/3/2026) sekitar pukul 23.15 WIB. Beruntung, kejadian berlangsung saat sekolah dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, langsung meninjau lokasi kejadian.
Dalam kunjungannya, Aries memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan meski tiga ruang kelas tidak dapat digunakan.
Untuk sementara, pihak sekolah memanfaatkan ruang alternatif seperti laboratorium dan aula.
Baca Juga Gempar, Warga Klemunan Nekat Tiduran di Atas Rel KA Berujung MD
“KBM tetap berjalan dengan menggunakan ruang yang tersedia, yaitu laboratorium dan ruang aula. Kami juga sedang menginventarisasi kebutuhan perbaikan ruang kelas yang terdampak,” ujar Aries, Rabu (1/4/2026).
Dari hasil peninjauan, tercatat tiga kelas yang mengalami kerusakan berat.
Masing-masing adalah kelas XI APHP 1, XI APHP 2 dan XI APHP 3. Seluruh bagian atap dilaporkan runtuh, sehingga sejumlah fasilitas belajar seperti meja dan kursi turut tertimpa material bangunan.
Aries menjelaskan, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Pada malam kejadian, genteng dilaporkan mulai berjatuhan satu per satu sebelum akhirnya rangka atap berbahan galvalum roboh secara keseluruhan.
“Atas arahan Ibu Gubernur, kami diminta segera melakukan langkah-langkah cepat penanganan agar ruang kelas tersebut bisa segera diperbaiki dan dimanfaatkan kembali untuk proses belajar mengajar,” tegasnya.
Pihaknya pun menargetkan proses renovasi bisa diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Saat ini, tahap awal yang dilakukan adalah pembersihan material bangunan yang runtuh.
Baca Juga Tabrak Truk Parkir di Ngoro, Dua Pengendara Motor Meninggal di Tempat
Proses pembersihan melibatkan berbagai pihak, termasuk tim dari BPBD Kabupaten Malang.
Selain itu, masyarakat sekitar juga turut membantu melalui kerja bakti untuk mempercepat penanganan.
“Kami juga dibantu masyarakat sekitar untuk gotong royong membersihkan material agar proses perbaikan bisa segera dimulai,” imbuh Aries.



















