Kediri, SEJAHTERA.CO – Mantan penyiar radio di Kediri, Muji Rahayu, sepertinya tidak hanya pandai cuap-cuap untuk memikat pendengarnya.
Tapi, Muji Rahayu, juga punya bakat atau keahlian lain, yaitu fashion dan produk kecantikan. Bahkan dia bisa dibilang menjadi wirausaha sukses.
Usaha Muji Rahayu yang dirintis sejak 2018 lewat Pifa Beauty, produknya mampu diminati banyak orang khususnya kaum perempuan hingga menembus pasar luar negeri.
Namun, di balik kesuksesannya sebagai seorang wirausaha tidaklah berjalan dengan mudah karena ada proses yang harus dilalui oleh perempuan kelahiran Tulungagung itu.
Muji Rahayu menceritakan perjalanannya sebagai seorang wirausaha sukses. Dia pun teringat dan termotivasi tentang pesan yang disampaikan orang tuanya untuk menjadi perempuan mandiri.
Dunia mode (fashion) dan kecantikan bukanlah hal yang baru bagi ibu rumah tangga yang akrab disapa Pipit itu.
Ketika duduk di bangku TK, ia sudah mampu menggambar desain baju hingga kakeknya dipanggil gurunya karena menganggap apa yang gambarnya tersebut berbeda dengan temannya sekelasnya.
Hal berbeda itu dikarenakan temannya kebanyakan menggambar seperti pemandangan alam, tetapi Pipit memilih menggambar desain baju.
Tak hanya itu, dirinya juga gemar dandan (make up) sejak kecil secara otodidak hingga kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) mampu dandan ke temannya sendiri ketika kegiatan karnaval.
“Dulu pada saat ibu berangkat kerja, meja rias beliau saya operasikan. Lalu mencoba apa yang dibikin ibu karena saya ingin eksperimen sendiri. Dari situlah mungkin ada darah seninya dari ibu saya,” kata perempuan berusia 49 tahun itu sembari mengenang masa kecilnya.
Seiring berjalannya waktu, dia sempat berprofesi sebagai penyiar radio di Kediri. Tetapi, Pipit sebenarnya ingin mencari pekerjaan sesuai dengan besiknya yakni di bidang akuntansi.
Wajar saja karena sebelumnya pernah kuliah jurusan akuntansi di Universitas Merdeka Malang beberapa semester hingga memutuskan untuk pindah ke Universitas Pawiyatan Daha Kediri.
“Waktu itu saya kan ingin mandiri. Lalu izin ke orang tua untuk mencari pengalaman pekerjaan diluar,” ucapnya.
Namun, dia tidak mengetahui atas dasar apa mempertimbangkan untuk bekerja di salah satu radio di Kediri dan memiliki bakat menyanyi.
Dari suara merdunya hobinya itu membuatnya tidak canggung untuk menjadi seorang penyiar radio mulai tahun 2000 hingga 2003.



















