Tulungagung, SEJAHTERA.CO– asyarakat Desa Dukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, menggelar tradisi Labuh Masal pada Senin (1/6/2026). Tradisi tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen pertanian yang melimpah sekaligus sebagai upaya melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Baca juga:Polisi Temukan Nomor SNI Pupuk Ilegal di Tulungagung Ternyata Milik Produk Pasir Bangunan
Kepala Desa Dukuh, Cuk Sindu Wiyoso, mengatakan tradisi Labuh Masal terus dijaga oleh masyarakat setempat karena memiliki makna penting sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian yang diperoleh. Mayoritas warga Desa Dukuh diketahui menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.
Karena itu, ia berharap berbagai fasilitas penunjang pertanian terus ditingkatkan guna mendukung produktivitas petani, terutama sarana pengairan. Bahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan survei oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait rencana pengeboran sumur sedalam 150 meter.
“Semoga masalah kebutuhan air bisa teratasi. Kami juga berharap ada bantuan hand tractor untuk petani di sini agar kesejahteraan mereka semakin meningkat,” kata Cuk Sindu Wiyoso, Senin (1/6/2026).
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan hasil panen padi di Kabupaten Tulungagung sepanjang tahun 2026 masih berjalan baik. Dari lahan seluas 100 ru diketahui mampu menghasilkan sekitar satu ton gabah.



















