Polres Jombang Bongkar Komplotan Curanmor Spesialis Acara Hiburan, 14 Aksi Terungkap

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agus Saputra saat menunjukkan barang bukti kendaraan bermotor dari aksi pencurian di 9 Kecamatan, Kabupaten Jombang, Selasa (30/6/2026).
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agus Saputra saat menunjukkan barang bukti kendaraan bermotor dari aksi pencurian di 9 Kecamatan, Kabupaten Jombang, Selasa (30/6/2026).(foto: istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.COSatuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan kelompok spesialis dengan modus menyasar kendaraan pengunjung acara hiburan masyarakat. Empat tersangka berhasil diamankan dan sedikitnya 14 aksi pencurian di sejumlah wilayah Jombang terungkap.

Baca juga:Puluhan Truk Geruduk Dishub Jombang, Sopir Tuntut Solusi Pungli dan Rest Area

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agus Saputra, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan pencurian sepeda motor yang terjadi pada 10 Juni 2026 di Dusun Made, Desa Waru, Kecamatan Kudu. Korban, Nuril Kurniawan, kehilangan sepeda motor Honda Beat saat menghadiri kegiatan hiburan masyarakat.

Read More

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Jombang segera melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan secara intensif,” ujar AKP Magribi dalam konferensi pers di Mapolres Jombang, Selasa (30/6/2026).

Empat tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial YP (38) warga Kota Mojokerto, WBS (37) asal Tulungagung yang berdomisili di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, serta AA (32) dan AD (37) yang merupakan warga Kabupaten Mojokerto.

Dua tersangka ditangkap saat berlangsung kegiatan sound horeg di Desa Bandung, Kecamatan Diwek. Sementara dua pelaku lainnya diamankan saat acara Orkes Elsamba di Lapangan Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito.

Berdasarkan hasil penyidikan, para pelaku beraksi secara terorganisir. Salah satu tersangka bertugas mencari informasi lokasi hiburan yang ramai pengunjung, melakukan survei lokasi, kemudian merusak kunci kendaraan menggunakan kunci T. Sementara pelaku lain berperan mengawasi situasi sekitar.

“Para tersangka menjalankan aksinya secara terorganisir. Tersangka utama mencari informasi lokasi hiburan, melakukan survei, lalu menggunakan kunci T untuk merusak kunci motor, sementara tiga lainnya mengawasi situasi,” jelasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *