Dengan adanya Tas Pelajar, warga atau korban kecelakaan bisa dirawat di RSUD Srengat dengan maksimal. Karena rumah sakit ini sudah nge-link dengan polisi dan raharja.
“Diakui atau tidak korban kecelakaan kadang khawatir soal biaya. Dengan adanya Tas Pelajar ini, biaya bisa kami kerjasama dengan polisi dan Jasa Raharja. Ini yang kadang tak dipahami masyarakat,” katanya.
Diakuinya lagi, selama ini ketika ada korban kecelakaan kadang malah disembunyikan. Bahkan kadang kedua belah pihak malah memilih jalur sendiri. Padahal jika paham regulasi, korban kecelakaan bisa ditangani secara medis dengan biaya ditanggung pemerintah.
“Di STNK kan ada sumbangan wajib dana kecelakaan lalulintas atau SWDKLLJ. Nah ini lah yang kami manfaatkan. Makanya kami kerjasama dengan polisi soal penerbitan laporan polisi. Nah laporan inilah yang akan diteruskan ke Jasa Raharja,” pungkasnya. (ziz)



















