Sukoco (60) petani jagung asal Desa/Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri menyebutkan kondisi cuaca ini sebenarnya baik untuk jagung. Namun kemarau panjang dan ekstrem inilah yang bisa menyebabkan harga turun.
“Namun perubahan bisa saja cepat dan di pasaran sebenarnya permintaan jagung cukup tinggu utamanya bagi peternak kelompok sedang hingga besar. Untuk saya menjualnya saat sudah selesai panen dan saya jemur dulu,” ujarnya, Minggu (24/9).
Ditambahkan Solikin, setelah empat hari proses penjemuran kemudian barulah dilakukan penjualan. Dia bersyukur saat ini masih dapat untung dari penjualan yang sekarang.
“Kita sudah maksimalkan untuk benih yang berkualitas, pengawasan, pengairan cukup memadai. Bahkan perlu ekstra air untuk masa tumbuh lebih baik,” tukasnya. (bak)



















