“Jadi ya eman rasanya kalau Pak Wali berhalangan hadir. Para peserta banyak yang ingin melukis Pak Wali,” ujar Muit Arsa yang sabar menunggu peserta OTS hingga pukul 21.00 ini.
Sementara itu, setelah pembukaan Festival Seni Balai Pemuda dilanjutkan tampilan hari kedua kelompok teater pada Sabtu (7/10/2023) pukul 19.00 secara gratis.
Penampilnya adalah Winarto Ekram dari Kota Batu dengan lakon Pengakuan Rahwana. Pentasnya di halaman timur Balai Pemuda Surabaya. Selesai pentas dilanjutkan dengan diskusi atau bedah pertunjukan.
Kenapa Festival Seni Balai Pemuda? Ya…Balai Pemuda pernah menjadi pusat kesenian di Surabaya. Nama-nama besar dalam bidang musik muncul seperti Gombloh, Leo Kristi, Franky Sahilatua dan Jean Sahilatua. Kemudian Naniel yang tergabung dalam kelompok musik Swami dan semuanya sudah almarhum.
Dalam proses kreatif sebagai musisi dan pencipta lagu banyak dilakukan atau bisa disebut lahir dari Balai Pemuda.
Di bidang teater ada almarhum Basuki Rahmad yang dikenal dengan karyanya Darmo Darmi. Akhudiat, Hari Matrais dan Sam Abede Pareno yang heboh dengan gagasan drama kolosal “Surabaya 1945” di kawasan Tugu Pahlawan.
Lalu di bidang seni lukis tercatat sederet nama besar seperti Amang Rahman, Daryono, Krishna Mustadjab, OH Supono, Rudi Isbandi, Gatot Soesilo, Tedja Suminar, Rustamadji dan lainnya.
Penasaran dengan Festival Seni Balai Pemuda?, ayo datang berbondong-bondong dan saksikan pameran, bursa dan pentas seni yang lainnya. Ayo Rek…!
Editor: Gimo Hadiwibowo



















