Potret Warga Terdampak Kekeringan, Mencari Air Bersih di Trenggalek Sulitnya Bak Berebut Emas

Potret Warga Terdampak Kekeringan, Mencari Air Bersih di Trenggalek Sulitnya Bak Berebut Emas

“Sejak tiga pekan terakhir, kondisi krisis air bertambah parah,” jelasnya.

Kondisi itu dialaminya selama belasan hingga puluhan tahun saat memasuki musim puncak kemarau. Ibaratnya, saat musim kemarau mencari air bersih di daerah itu bak berebut emas. Dengan kata lain, sumber air yang terbatas, namun disisi lain banyak masyarakat yang mencarinya sehingga air bersih sanggat berharga. Tak heran saat mengunjungi daerah itu banyak warga berseliweran menenteng cucian menyusuri area hutan.

“Kalau tidak parah, sebetulnya air disini masih bisa diakses seperti biasanya,” pungkasnya.

Read More

Tak hanya mengantre saja. Tak sedikit warga memilih untuk membeli air tandon seharga Rp 70 ribu untuk kapasitas 1200 liter. Biaya itu sudah termasuk untuk keperluan akomodasi transportasi kendaraan milik warga lainnya yang disewa untuk berburu air bersih di daerah lainnya yang tidak mengalami kekeringan, seperti misalnya desa di bawah Dusun Selorejo. Pilihan itu salah satunya diambil oleh Sri Wilis warga sekitar.

“Itu menjadi alternatif terakhir. Istilahnya kita minta tolong, kebetulan ada warga yang punya pickup dan tandon. Harga itu bukan tarif, tapi istilahnya pengganti solarnya,” kata Sri.

Dengan air yang dibeli itu, kata Sri dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari kurang lebih empat sampai lima hari. Sebab dia tinggal bersama dua sampai tiga orang, termasuk kerabatnya. Sri-pun memaklumi dengan fenomena itu, karena di wilayah sangat sulit ditembus sumber air dan hanya bisa diakses dengan kedalaman – kedalaman tertentu. Ia pun berharap Trenggalek segera turun hujan sehingga krisis air bersih segera berakhir.

“Sehingga warga tidak lagi mengalami kekeringan, namun disisi lain terdapat potensi longsor yang harus diwaspadai,” pungkasnya.

Selain potret warga berburu air bersih, yang jadi pemandangan khas tahunan di daerah itu adalah berseliweran nya mobil-mobil milik pemerintah daerah yang mengangkut suplai air bersih. Sedikit tiga armada truk dengan kapasitas 4000 liter diterjunkan hampir saban waktu untuk mengirimkan air bersih di daerah itu. Biasanya petugas mengirimkan bantuan air bersih setiap tiga atau dua hari sekali.

“Desa ini sudah mendapatkan bantuan 21 tandon air masing-masing 1.200 liter. Kami mendapat jatah 47 tangki, dari awal 11 September sudah terdistribusi 25 tangki mudah-mudahan ada hujan, kalaupun belum akan kita upayakan,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Trenggalek, Ratna Sulistyowati. (ase)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *