“Kalau hanya kami saja yang bergerak, tentu tidak akan efektif, sehingga kami memilih mengaktifkan kembali desa siaga bencana sesuai instruksi Pj Bupati,” jelasnya.
Disinggung terkait penerapannya, Robinson mengungkapkan, desa siaga bencana yang diaktifkan ini akan difokuskan pada wilayah desa yang rawan terjadi karhutla.
Diketahui, desa-desa rawan ini tentunya berlokasi pada wilayah pegunungan yang banyak ditumbuhi tanaman yang berpotensi sebabkan karhutla.
Selain diaktifkannya kembali desa siaga bencana, pihaknya juga akan rutin memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutama bagi warga yang tinggal pada lokasi rawan.
Mengingat, terjadinya karhutla sering kali akibat hal-hal kecil yang kerap disepelekan oleh masyarakat, sehingga harapannya hal seperti itu bisa dicegah oleh masyarakat.
“Contoh sederhananya seperti membuang puntung rokok, apabila dibuang secara sembarangan dalam kondisi bara yang menyala dan mengenai tumpukan daun kering, tentu berpotensi menyebabkan karhutla,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor :



















