Belasan Dapur SPPG di Tulungagung Disuspend, Diduga Langgar Standar dan Monopoli Supplier

Koordinator Wilayah, Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung memberikan keterangan terkait dapur SPPG yang terkena suspend.
Koordinator Wilayah, Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika saat memberikan keterangan terkait dapur SPPG yang terkena suspend.(foto: mochammad sholeh sirri)

Tulungagung, SEJAHTERA.COBelasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung terkena suspend atau penghentian operasional sementara. Langkah tersebut diambil karena ditemukan sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) yang belum memenuhi standar serta adanya indikasi monopoli supplier.

Baca juga:Bakar Sampah Dekat Kandang, Sebagian Rumah dan Kandang Ternak di Tulungagung Terbakar

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengatakan saat ini terdapat 129 dapur SPPG yang tersebar di seluruh wilayah Tulungagung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 dapur SPPG berstatus suspend.

Read More

Menurut Sebrina, penghentian operasional sementara itu disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari sarpras yang belum memenuhi standar sesuai ketentuan BGN, adanya kejadian luar biasa (KLB) seperti dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga dugaan monopoli supplier.

“Sebanyak 18 dapur SPPG yang disuspend terdiri dari dapur lama maupun baru. Setiap SPPG yang tidak memenuhi standar dan aturan dari BGN akan disuspend,” kata Sebrina Mahardika, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, dugaan monopoli supplier menjadi salah satu alasan utama sejumlah dapur SPPG dikenai suspend. Sebab, berdasarkan ketentuan BGN, setiap dapur SPPG diwajibkan memiliki sedikitnya 15 supplier agar operasional tidak hanya menguntungkan pihak tertentu dan distribusi manfaat dapat lebih merata.

Namun, hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan beberapa dapur SPPG hanya memiliki tiga hingga lima supplier yang memasok bahan baku operasional.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *