Pihaknya juga mengatakan pos pantau keamanan tersebut bisa melakukan tes secara berkala. Jika nanti dalam tes terdapat hasil positif mengandung residu maka pihak pasar akan melakukan tracking dari mana bahan tersebut berasal dan dilaporkan kepada dinas terkait.
“Sebelum ada punishment kita tetap lakukan upaya sosialisasi, tapi jika tetap ditemukan maka ada mekanisme khusus,” jelasnya.
Andriko juga berharap agar para pedagang tidak berbuat nakal dengan menambahkan bahan kimia dengan alasan agar tahan lama. Sebagai contoh, daging ayam ketika kondisi segar saat dipotong tapi oleh pedagang diberikan kimia agar awet.
“Hal hal tersebut perlu ada sosialisasi kepada para pedagang, dan pengurus pasar bisa mengupayakan hal tersebut,” pungkasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor



















