Disisi lain bertambahnya wilayah kekeringan, secara otomatis juga memerlukan dana operasional yang lebih besar. Oleh sebab itu, BPBD Ponorogo tengah mengusulkan kepada BNPB melalui dana siap pakai untuk mengatasi bencana kekeringan yang tengah terjadi ini.
“Kita dapat paltform maksimal Rp 250 juta, tinggal kita nantinya mengusulkan berapa itu tergantung kemampuan daerah, tapi yang jelas dana kita per September sudah habis,” jelasnya.
Habisnya dana di BPBD Ponorogo digunakan untuk operasional, pengadaan air bersih, hingga BBM untuk melakukan droping per wilayah. Ditambah dengan penanganan bencana kebakaran hutan yang memang kerap terjadi di musim kemarau kering ini.
“Sudah kita minta ke Bupati, tapi ternyata BNPB sanggup memberikan dana siap pakai, akhirnya kita menggunakan dana tersebut tidak ke APBD,” tandasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor



















