Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama musim kemarau, indeks kualitas udara (IKU) di Kabupaten Tulungagung mulai mengalami penurunan. Demi menjaga kualitas udara di Tulungagung, Pemkab Tulungagung dihimbau agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan dan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Suroso mengatakan, sebenarnya IKU di Kabupaten Tulungagung sebenarnya terbilang bagus jika dibandingkan dengan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) lainnya.
Bahkan IKU sendiri masih dalam kategori baik setelah pengujian sampel di empat titik berbeda. Diketahui, keempat lokasi tersebut yakni daerah industri, kawasan tepi jalan raya, kawasan permukiman, hingga kawasan perkantoran.
“Parameternya adalah seberapa jauh polutan gas nitrogen dioksida (NO2) serta sulfur dioksida (SO2) mencemari udara Tulungagung,” kata Suroso, Rabu (25/10/2023).
Dari keempat titik lokasi tersebut, ungkap Suroso, kualitas udara paling rendah justru berada di tepi jalan raya. Itu disebabkan polusi udara dari asap kendaraan bermotor.
Meski demikian, secara umum kualitas udara di Tulungagung dalam kondisi baik melalui hasil pengujian yang sudah dilakukan.
Berdasarkan hasil survey tersebut, IKU di Kabupaten Tulungagung secara umum memiliki nilai 83,35 poin. Menurutnya musim kemarau turut mempengaruhi hasil IKU.
Hanya saja, selama musim kemarau ini, keberadaan polutan NO2 dan SO2 menjadi lebih banyak dari pada saat musim hujan.



















