Ia menjelaskan bahwa Pertamina lebih fokus pada pemulihan, perbaikan, serta monitoring berjalannya normalisasi sumur yang dilakukan oleh SPBU.
Proses normalisasi ini setelah dilakukan pemberian chemical dispersion pada sumur milik Sukamto, lima hari kemudian akan dilakukan observasi.
Dari ITS Surabaya, Ipung Fitri Purwanti menjelaskan jika sebelum menuangkan chemical dispersion di sumur warga untuk normalisasi, ia sudah melakukan uji coba di laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk 1 meter kubik air tanah diperlukan 2,5 liter chemical dispersion.
“Kami akan melakukan pendampingan mulai dari proses hingga monitoring normalisasi sumur ini. Untuk cairan yang digunakan adalah dispersan kimiawi dengan jenis tween 80. Nanti setiap minggu akan kami ambil samping untuk mengukur berapa PPH-nya hingga 3 bulan kedepan,” jelas Ipung.
Setelah dilakukan penuangan chemical dispersion pada sumur, dihimbau pada pemilik sumur agar tidak menggunakan air sumur terlebih dahulu. Hingga sudah dinyatakan bersih oleh tim ITS dan air bisa dikonsumsi. (c1).



















