Goreskan Cat ke Kanvas Obati Kejenuhan, Lukisan Warga Binaan Rutan Kelas II B Trenggalek Dihargai Jutaan Rupiah

Goreskan Cat ke Kanvas Obati Kejenuhan, Lukisan Warga Binaan Rutan Kelas II B Trenggalek Dihargai Jutaan Rupiah

Awalnya mereka mendapatkan diklat yang difasilitasi Rutan selama dua pekan. Dalam diklat itu diajarkan berbagai aspek, mulai pencampuran warna hingga ilmu soal gradiasi.

Alhasil, pelan tapi pasti pelatihan itu membuat mereka semakin mahir melukis sesuai imajinasi mereka masing-masing. Ada yang suka melukis abstrak, realistis hingga sketsa.

Karya seni yang dihasilkan dibalik jeruji itu rupanya juga mengundang cuan. Beberapa karya mereka laku terjual hingga mendapat pesanan dari beberapa daerah.

Read More

“Beberapa waktu lalu ada pesanan dari Jakarta, sudah kami kirimkan. Jadi kami menawarkan lewat online, atau ada yang beli langsung. Ada juga yang pesan sesuai keinginan pembeli. Lumayan hasilnya bisa membantu kegiatan di galeri dan sekaligus memberi sedikit uang saku bagi yang melukis,” kata Zainal.

Nilai jual lukisan yang dibuat para narapidana bervariasi. Mulai dari Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. Bahkan ada karya lukisan yang terjual Rp 1,5 juta.

Harga itu bergantung ukuran lukisan dan tingkat kesulitannya. Tak hanya diajari melukis, mereka juga diajari proses hulu hilir seperti membuat kanvas sehingga tidak bingung mencari bahan.

“Jadi bukan hanya sekedar memberikan kegiatan baru bagi mereka agar tidak jenuh. Kami ingin meningkatkan keterampilan dalam hal melukis, kemudian menjadikan melukis ini sebagai sarana penyaluran bakat dan minatnya dan juga tambahan pemasukan bagi mereka dari hasil penjualan,” jelasnya.

Kesempatan itu tak mereka sia-siakan. Dengan sungguh-sungguh mereka belajar, merajut asa, meraih mimpi menjalani kehidupan lebih baik selepas ‘lulus’ menghirup udara bebas.

Sedikit bekal itulah yang nantinya akan mereka implementasikan, demi menyambung hidup setelah terpaksa melepas pekerjaan mereka sebelumnya lantaran tersandung kasus hukum.

“Harapan kami, setelah keluar dari rutan kelas II B Trenggalek, mereka bisa terus berkarya di luar sana, menjadi entrepreneur yang handal. Selain melukis ada ketrampilan pembuatan batik shibori, minuman fermentasi, vas anggrek, celengan dari koran, aneka teh, dan lainnya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *