Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 3 Desember pukul 18.00 WIB, maka tingkat aktivitas Gunung Marapi masih tetap pada Level I (Waspada).
Seperti dilansir www.esdm.go.id/id, Minggu (3/12), sehubungan dengan tingkat aktivitas Gunung Marapi pada Level I (Waspada), maka direkomendasikan:
1. Masvarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan/mendekati Gunung Marapi pada radius 3 km dari kawah/puncak.
2. Masyarakat yang ada di sekitar Gunung Marapi diharapkan tenang tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Marapi. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
3. Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak abu vulkanik bagi kesehatan. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.
4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi-Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Barat, BPBD Kabupaten Agam, dan BPBD Kabupaten Tanah Datar dalam memberikan informasi tentang aktivitas Gunung Marapi.
5. Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau melalui Pos Pengamatan Gunung Marapi di JI . Prof. Hazairin No. 168 Bukit Tinggi untuk mendapatkan informasi tentang aktivitas Gunung Marapi.
6. Masyarakat maupun pemerintah daerah dan instansi terkait lainnva dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi Gunung Marapi melalui aplikasi/website MAGMA INDONESIA (Playstore/magma.esdm.go.id).
Editor: Gimo Hadiwibowo



















