“Yang jelas faktanya seperti begitu. Dicontohkan, semua kepala desa dikumpulkan. Kalau ndak mau, diancam dari atas soal dana desa. Banyak lagi lainnya, jangan kira saya bodoh banget gitu,” ungkapnya.
Situasi itulah yang membuat dirinya resah sehingga memaparkan kondisi tersebut dalam orasinya. Ia hanya tidak ingin peristiwa 1998 kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa.
“Saya memposisikan dirinya sebagai nenek. Saya gak terima. Cukup kejadian itu hanya pada generasi kami saja yang mengalami. Anak muda sekarang jangan sampai,” tuturnya.
Agung Shinta hanya meminta aparat menjaga netralitasnya di tahun-tahun politik saat ini.
“Ini kan sudah jadi tugas dan fungsi pokok mereka. Untuk mengayomi dan melindungi masyarakat,” tutupnya.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















