“Sederhana tapi sehat. Jadi tidak hanya sekadar memperbaiki, namun hal-hal lainnya seperti keamanan, sanitasi, sirkulasi udara, penyediaan air bersih, dan lainnya juga diperhatikan,” jelas Ipuk.
Ditambahkan Ketua PMI Banyuwangi, Mujiono, bedah rumah tersebut dilakukan di enam unit yang tersebar di tiga kecamatan yakni Songgon, Tegaldlimo dan Purwoharjo.
Tahun sebelumnya, kata Mujiono, seperti dilansir www.banyuwangikab.go.id, Kamis (28/12) juga telah dibangun rumah retrofitting di sejumlah kecamatan lainnya.
“Pembangunan ini menggunakan dana hibah dari Pemkab Banyuwangi, sementara PMI selaku inisiator program rumah retrofitting sekaligus sebagai pelaksana pembangunannya,” kata Mujiono.
Mujiono melanjutkan, selain melaksanakan pembangunan, pihaknya juga memberikan pelatihan pembangunan retrofitting terhadap para pekerja konstruksi lokal, tukang batu, dan kontraktor kecil.
“Tujuannya agar mereka bisa menjadi agen retrofit yang bisa memberikan masukan, apabila ada warga sekitar atau lainnya yang hendak membangun rumah tahan gempa. Misalnya harus memakai bahan bangunan yang seperti apa, bagaimana ukurannya, dan lain-lain,” kata Mujiono.
Editor: Gimo Hadiwibowo



















