Molornya pembangunan jembatan Subali menjadi catatan bagi dewan. Wakil rakyat bakal meminta pertanggungjawaban eksekutif. Pasalnya dana yang dikucurkan juga tak sedikit. Mencapai miliaran rupiah. Apalagi keberadaan jembatan sangat dinanti masyarakat.
“Tentu kami tak tinggal diam. Nanti akan ada tindak lanjut, apakah memanggil eksekutif,” kata politisi asal Gerindra ini.
Sesuai dengan jadwal, seharusnya jembatan selesai kontrak pengerjaan pada 27 Desember 2023 kemarin. Tetapi hingga ganti tahun jembatan masih belum bisa dilewati.
Informasi molornya penyelesaian karena terkendala bahan. Kerangka baja yang menjadi bahan utama telat pengiriman. Sampai saat ini progres pembangunan masih di angka 90 persenan. Beberapa yang belum selesai, pengecoran jalan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli K, optimistis pembangunan Jembatan Subali kelar sesuai target 2023.
Pelaksana proyek sanggup mengerjakan sesuai kontrak. Di lapangan ada kendala pengiriman material baja. Meski begitu, pemasangan cepat karena tinggal merangkai. Begitu baja tiba, langsung dirangkai. (ziz)



















