“Satu sekolah itu jumlahnya 100 lebih yang mengikuti perekaman dan pencetakan KTP el. Saat ini sudah ada dua sekolah, jadi totalnya ada 200an lebih pelajar yang sudah merekam dan mencetak KTP el,” ungkapnya.
Tapi kunjungan tidak bisa asal dilakukan, lantaran harus membuat janji dengan pihak sekolah. Pasalnya bisa saja salah satu sekolah tidak bisa dikunjungi lantaran adanya kegiatan penting seperti ulangan atau ujian.
Selain melakukan pencetakan dan perekaman KTP el, pihaknya juga menerima aktivasi KTP el dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Diketahui sampai saat ini, hampir 10 ribu warga Tulungagung yang sudah mengaktifkan IKD dimana IKD ini mirip KTP el namun bersifat digital dan bisa sebagai pengganti KTP el fisik.
“Jadi kalau ada masyarakat yang lupa membawa KTP el, bisa menunjukkan identitas diri mereka melalui IKD ini. Jadi para pelajar yang kami layani juga langsung kami aktifkan IKDnya,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma


















