Batu, SEJAHTERA.CO – Meski mengurai kemacetan di pusat Kota Batu, dengan adanya pelebaran Jalan Bromo Semeru (Brosem), tidak membuat pemkot bangga tapi menginginkan kemacetan bisa terurai.
Salah satu langkah kongkrit yang dilakukan, khususnya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, memastikan melanjutkan pembangunan Jalan Brosem section Bromo. Total anggaran sebesar Rp 9 miliar melalui APBD 2024.
Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan setelah tahun kemarin pembangunan di Jalan Semeru rampung, sesuai program, tahun 2024 titik pembangunan bergeser ke Jalan Bromo.
“Tahun ini kami lanjutkan kembali pembangunan Jalan Bromo untuk dilakukan pelebaran dan penataan drainase seperti yang sudah terbangun di Jalan Semeru. Sesuai perencanaan, dari 8 meter dilebarkan menjadi antara 11-12 meter,” ujar Alfi, Selasa (16/1).
Selain pelebaran jalan, juga akan dibuatkan saluran irigasi baru di sisi kanan jalan dengan box culvert yang diarahkan ke Kali Metro dan langsung terbuang ke Sungai Brantas melalui simpang Tiga Brantas.



















