SEJAHTERA.CO – Sebenarnya gula telah lama diidentifikasi sebagai kontributor terhadap berbagai masalah kesehatan fisik.
Namun yang tak banyak diabaikan adalah kaitan gula dengan kesehatan mental seringkali kurang diperhatikan.
Dimana artikel ini akan mengeksplorasi hubungan antara konsumsi gula dan kesehatan mental.
Serta membuka pintu untuk pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana gula dapat memainkan peran dalam keseimbangan emosional dan kejiwaan.
1. Glukosa dan Keseimbangan Mood
Gula, dalam bentuk glukosa, adalah sumber energi utama untuk otak. Meskipun otak membutuhkan glukosa untuk berfungsi dengan baik, lonjakan dan penurunan kadar gula darah yang tajam dapat memengaruhi keseimbangan mood.
Konsumsinya dapat menyebabkan peningkatan cepat energi yang diikuti oleh penurunan tajam, yang dapat memicu perubahan suasana hati.
2. Gula dan Respon Kortisol
Ketika kita mengonsumsinya, tubuh merespons dengan meningkatkan produksi hormon kortisol, yang sering disebut sebagai hormon stres.
Peningkatan level kortisol dapat memengaruhi kesehatan mental dengan meningkatkan stres dan kecemasan, serta mempengaruhi tidur dan fungsi kognitif.
3. Keterkaitan antara Gula dan Depresi
Beberapa penelitian telah menunjukkan kaitan antara konsumsi yang tinggi dan risiko depresi.
Meskipun hubungan ini kompleks dan banyak faktor yang memengaruhi kesehatan mental, pola makan tinggi sukrosa telah dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi pada beberapa kasus.
4. Pengaruh Gula pada Kecemasan dan Ketegangan Emosional
Ini dapat memengaruhi sistem saraf otonom dan meningkatkan respons stres, yang dapat memperburuk kecemasan dan ketegangan emosional.



















