Ke depan, Wahyu berharap bisa terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, salah satunya dengan memberikan pelayanan tera dan tera ulang dengan baik, aman dan sesuai standar.
“Ini bisa kita wujudkan bersama sehingga jangan sampai ada aduan atau keluhan dari masyarakat terkait timbangan atau alat ukur, terlebih sekarang informasi begitu cepat dengan adanya media sosial,” pesannya.
Sosialisasi ini akan terus dilanjutkan dengan menyasar pemilik UTTP lain seperti pedagang kelontongan, pedagang pasar, dll. “Panjenengan yang hadir disini juga bisa menjadi kepanjang tanganan dari dinas bahwa tera dan tera ulang sekarang memang digratiskan dan ini bisa disampaikan untuk membantu sosialisasi,” ajaknya.
Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi Dede Supriatna menyampaikan dirinya sepakat dan siap mematuhi aturan. Pria yang bekerja di salah satu pusat perbelanjaan tersebut mengaku selama ini pihaknya selalu taat dan konsisten untuk melakukan tera ulang. Hal ini ia lakukan lantaran untuk menjaga kepercayaan dan kenyamanan para konsumennya.
Editor: Dhita Septiadarma



















