Batu, SEJAHTERA.CO – Setelah proses relokasi para pedagang ke Pasar Induk Among Tani, sepertinya masih ada pekerjaan rumah (PR) yang ditangani Diskoperindag Kota Batu.
Sebanyak 1.097 pedagang pasar di pagi hari yang sebelumnya direlokasi di dalam Stadion Gelora Brantas Kota Batu kini menuntut diberikan tempat.
Nasib seribu lebih pedagang pasar pagi ini, setelah direlokasi, sampai saat ini masih terkatung-katung atau tidak ada kejelasan.
Padahal para pedagang, anggota DPRD bersama Diskoperindag Kota Batu telah melaksanakan hearing sebanyak dua kali yang terakhir Januari 2024, namun tidak ada titik temu.
Salah satu pedagang pasar pagi, Aguos Sumaji (46) mengatakan, seluruh pedagang pagi meminta kepastian tempat untuk keberlangsungan nasib atau mata pencaharian mereka.
“Yang jelas, dulu itu sebelum Pasar Induk Among Tani dibangun, kami para pedagang dijanjikan tempat yang layak,” katanya.
Rencana, tambah dia, kalau terbangun pasar akan di tempatkan di lantai paling bawah. “Selesai berjualan jam delapan pagi dari mulai buka jam sebelas malam. Aaturan itu kami sepakat,” terangnya , Senin (5/2).



















