Kediri, SEJAHTERA.CO – Ratusan pedagang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang Trotoar (FKPT) Pasar Loak Kaliombo beraksi di depan Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Senin (25/2/2024).
Ratusan pedagang itu menuntut janji-janji Pemerintah Kota Kediri yang pernah disampaikan tapi tidak terealisasi hingga saat ini.
Koordinator Aksi, Moh. Hanib menjelaskan, aksi yang digelar para pedagang ini didasari oleh kurangnya perhatian dari Pemkot Kediri terhadap para pedagang di Pasar Loak Kaliombo.
Selama 10 tahun terakhir, yang awalnya sebayak 300 pedagang yang beraktivitas, kini hanya tersisa 100 pedagang yang masih bertahan di Pasar Loak. Dua ratus pedagang bangkrut.
Para pedagang ini, katanya, menagih janji Pemkot Kediri, sejak dibangunnya Pasar Loak Kaliombo, akan digunakan sebagai jalur mikrolet, dibuatkan penunjuk jalan, pembangunan gapura, pembentukan koperasi, serta bantuan dan pembinaan.
“Tapi janji Pemkot itu tidak ada satupun dari poin-poin diatas yang direalisasikan,” katanya.
“Selama 10 tahun ini tidak ada pengawalan dari pemerintah, kami disana hanya bertahan. Banyak yang keluar,” ungkap Moh. Hanib.
Sedangkan Kepala Disperdagin Kota Kediri, Wahyu Kusuma Wardana mengakui bahwa Pemkot Kediri kurang memberikan perhatian pada Pasar Loak Kaliombo.



















