“Ular itu sementara waktu kami evakuasi ke mako, nantinya akan dilepasliarkan di tempat yang jauh dari permukiman warga,” ujarnya.
Laporan ular masuk ke dalam motor, kata Wasis, bukan pertama kalinya terjadi di Kabupaten Trenggalek. Kondisi itu dipengaruhi banyak hal, salah satunya adalah letak geografis yang mengharuskan banyak area permukiman, termasuk fasilitas publik bersinggungan dengan area hutan. Mengingat sebagian besar wilayah Trenggalek adalah kawasan hutan dan pegunungan.
“Yang sering terjadi saat musim hujan adalah laporan ular masuk ke pekarangan atau lingkungan rumah. Kalau masuk motor ada, namun hanya beberapa. Mungkin mencari tempat yang lebih hangat, karena saat hujan habitat mereka banyak yang tergenang air,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor :



















